tanpa mengenal lelah
menelan serapah
kau lemparkan tawa pembungkus luka
dibalik hitam matamu
lusuh suaramu menyobek tirai keheningan malam
mencari hidup di hidupnya perut-perut sombong
Malam tua
Merayapkan lelap
berselimut debu jalanan
Bersandar di dinding-dinding hampa harapan
Kau terus menadah tangan
(Surabaya,
11 November 2009)
(surabaya, 11 November 2009)
Rabu, 11 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar